Home
Main Menu
Home
Berita
Cari
Publikasi
Opini
Agenda Kegiatan
Info Pasar
Kontak Kami
Tentang DKP Sulteng
Sejarah
Visi Misi
Struktur
Tugas dan Fungsi
S e k r e t a r i a t
T u p o k s i
B e r i t a
Bidang Perikanan Budidaya
T u p o k s i
B e r i t a
Bidang Perikanan Tangkap
T u p o k s i
B e r i t a
Bidang Kelautan
T u p o k s i
B e r i t a
Bidang P 2 H P
T u p o k s i
B e r i t a
UPTD LPPMHP
T u p o k s i
B e r i t a
UPTD Perbenihan Perikanan
T u p o k s i
B e r i t a
UPTD Pelabuhan Perikanan
T u p o k s i
B e r i t a
BERINOVASI atau BERHENTI
Sunday, 01 July 2012
BERINOVASI atau BERHENTI
*Oleh: Hasanuddin Atjo
 
BERINOVASI atau BERHENTI  adalah judul sebuah artikel sederhana yang sempat  dibaca dalam penerbangan Jakarta-Palu di Subuh hari beberapa waktu yang lalu, meskipun waktunya untuk tidur apalagi ditambah rasa penat karena ikut menonton pertandingan sebak bola  piala Eropa melalui siaran langsung televisi,  namun mata ini tidak mau diajak kompromi untuk sesaat terpejam.   Pesan yang dapat ditangkap dari artikel itu bahwa: Seseorang, atau sebuah komunitas ataupun sebuah lembaga (swasta maupun pemerintah) dapat berkembang dan menjawab sejumlah tantangan bila berinovasi.  Tanpa upaya itu, maka seseorang atau komunitas ataupun lembaga itu dipastikan akan berjalan di tempat alias tidak berkembang bahkan dapat berhenti total atau ekstrimnya gulung tikar.  Secara sederhana berinovasi dapat diartikan sebagai upaya meningkatkan status dari posisi saat ini  menjadi lebih baik, lebih cepat dan lebih murah, sehingga tetap  eksis pada era persaingan yang berkembang secara masif saat ini.  Inovasi itu dapat merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari inovasi sebelumnya ataupun merupakan sebuah temuan baru. 

 
Selengkapnya...
 
DIRJEN PERIKANAN BUDIDAYA: “OPTIMALKAN MINAPOLITAN BUDIDAYA”
Thursday, 21 June 2012
 “Optimalkan lokasi minapolitan percontohan perikanan budidaya sebagai embrio Kawasan Industrialisasi Perikanan Budidaya”. Demikian dikatakan Slamet Subyakto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya - Kementerian Kelautan dan Perikanan RI pada pembukaan Rapat Teknis Perencanaan (Ratekcan) Pembangunan Perikanan Budidaya. Kegiatan yang kali ini diadakan di Bandung, digelar 20 – 23 Juni 2012. Hadir pada kegiatan tersebut antara lain para direktur pada jajaran Ditjen PB, serta Dinas Kelautan dan Perikanan se-Indonesia.
Selengkapnya...
 
REVITALISASI KURIKULUM PENDIDIKAN PERTANIAN
Sunday, 03 June 2012
REVITALISASI  KURIKULUM PENDIDIKAN PERTANIAN
*Oleh : Hasanuddin Atjo
 
PLANET bumi luasnya tidak bertambah, sementara penduduk dunia terus meningkat dari 6,8 milyar jiwa di tahun 2008, dan  diprediksi menjadi 9,8 milyar jiwa di tahun 2030.  Setidaknya ada empat konsekwensi logis atau tantangan yang akan dihadapi oleh bangsa- bangsa di dunia dengan situasi itu yaitu bagaimana menyediakan bahan pangan, menyediakan energi, menjaga lingkungan serta menekan angka kemiskinan.  Kaitannya dengan itu,  khususnya di negara berkembang termasuk Indonesia ternyata daya saing komoditi pangannya semakin ketinggalan yang ditunjukkan oleh  impor pangan mulai beras, kedelai, gula sampai dengan ikan terus meningkat.  Sementara itu disisi lain minat melanjutkan pendidikan di bidang pertanian semakin melemah demikian pula animo dan kesempatan bekerja di bidang ini semakin sedikit.  Realitas ini tentunya harus disikapi bersama bagaimana negeri  yang kaya sumberdaya pangan baik di darat maupun di laut  dapat menjadi negeri yang mandiri pangan dan berperan  memasok kebutuhan pangan negara lain, bukan menjadi tujuan ekspor pangan oleh negara lain seperti yang terjadi saat ini.


          
Selengkapnya...
 
PENGUSAHA KULINER LELE KELUHKAN BAHAN BAKU
Thursday, 31 May 2012
 Ikan Lele kini telah menjelma menjadi salah satu makanan favorit di Kota Palu. Image Lele sebagai ikan yang kotor dan menjijikkan, perlahan namun pasti telah berubah menjadi komoditas yang digemari. Namun bertumbuhnya pembudidaya Lele kolam terpal tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini diakui oleh Azis, pemilik salah satu rumah makan di seputaran Jl. Pramuka, Kota Palu. Pihaknya mengaku jika setiap hari menghabiskan sekitar 15 Kg lele. “Ukuran yang disukai pembeli adalah 1 Kilo isi 6-8 ekor” ucap Azis dengan logat Surabaya yang khas. “Tapi akhir-akhir ini, sudah bergeser 8-10 ekor per kilo”, lanjutnya. Menurut Aziz, hal tersebut disebabkan kurangnya pasokan Lele dari pembudidaya. “Sekarang ini, Lele sudah tidak sempat besar sudah di cari orang pak, “ katanya.

Selengkapnya...
 
Penerimaan Calon Taruna/Taruni Baru Tahun Ajaran 2012/2013
Tuesday, 22 May 2012
PENGUMUMAN PENERIMAAN TARUNA BARU PROGRAM DIPLOMA IV
SEKOLAH TINGGI PERIKANAN TAHUN 2012
Nomor : 001/PENTARU/PENG/IV/2012
 
Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta memanggil putra-putri terbaik Indonesia untuk dididik sebagai Taruna Program Diploma IV menjadi tenaga profesional bidang kelautan dan perikanan. Pilihan Program Studi terdiri atas : Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan (TPI), Program Studi Permesinan Perikanan (MP), Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPH), Program Studi Teknologi Akuakultur (TAK), Program Studi Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Perairan (TPS) dan Program Studi Penyuluhan Perikanan (PP).
Selengkapnya...
 
SIDAT AKAN JADI SUMBER DEVISA DAN KESEJAHTERAAN
Monday, 21 May 2012

SIDAT AKAN JADI SUMBER DEVISA  DAN KESEJAHTERAAN

Oleh: Hasanuddin Atjo*

SIDAT, Aquilla sp dalam bahasa Inggrisnya adalah Freshwater Ells dan bangsa Jepang  menyebutnya Unagi, selanjutnya dalam bahasa daerah dikenal sebagai Masapi atau Sogili.  Komoditi ini banyak dicari orang terutama  bangsa Jepang, Korea dan China karena terbukti sangat berkhasiat untuk kesehatan antara lain  sebagai sumber asam lemak omega yang sangat baik untuk perkembangan sel otak anak yang bermuara kepada kecerdasan;  sebagai anti oksidan yang bertahan cukup lama dalam sistem peredaran darah; dan yang tidak kalah pentingnya dapat meningkkatkan vitalistas.  Namun demikian salah satu kelemahan komoditi ini belum dapat dibenihkan sehingga untuk pembesarannya masih bergantung benih hasil tanggakapan di alam.  Oleh karena itu wajar saja olahan komoditi ini yang  di Jepang  namanya "kabayaki"  sangat mahal dan harganya  mencapai $100 US per kg, sedangkan di Jakarta sekitar $ 40 US.  Indonesia termasuk Sulawesi Tengah merupakan salah satu sumber benih dan ke depan menjadi harapan dunia, karena  sumber benih sidat di beberapa negara semakin menurun.   Peluang ini tentunya harus dimanfaatkan secara maksimal  sehingga dapat menjadi salah satu sumber devisa penting  bagi negara maupun kesejahteraan masyarakat.

Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 19 - 25 dari 232
Newsflash
CARGO SPACE MENENTUKAN DAYA SAING KOMODITAS TUNA Oleh Hasanuddin Atjo* IKAN TUNA akan dihargai tinggi bila dikirim dalam keadaan segar dan secara cepat tiba di tempat tujuan.  Semakin cepat  tiba di tempat tujuan, maka semakin cepat pula ikan tersebut mendapat penanganan lanjutan, sehingga mutunya dapat dipertahankan.  Karena itu  peran cargo udara menjadi penting dan ini sekaligus akan membuka peluang bisnis yang menarik bagi pelaku usaha di daerah ini.  Dalam perdagangan,  dikenal  ada empat grade atau tingkatan mutu  tuna yaitu grade A akan dihargai 7 - 10 dollar US;  Grade B dihargai 4 - 7 dollar US; Grade C dihargai  2 - 4 dollar US dan; Grade D dihargai kurang dari 2 dollar US per kilogramnya.   Grade A peruntukannya  dikonsumsi segar utamanya oleh bangsa Jepang yang disebut dengan istilah shusi atau sasimi;  Grade B dan C disajikan di hotel, restoran dalam bentuk bistik atau lainnya,  olahan seperti tuna kaleng, abon dan olahan lainnya serta dijajakan di pasar modern.  Sedangkan Grade D biasa dijumpai di pasar-pasar tradisional.  Umumnya mutu tuna daerah ini berada  pada  kisaran Grade B, C dan D dengan nilai antara 1 hingga 4 dollar  US per kilogramnya.  Kita berharap bahwa  kedepan mutu tuna di daerah ini dapat ditingkatkan mejadi Grade A dan B, sehingga harga yang akan  diterima oleh nelayan dapat meningkat dari 1 - 4 dollar US  menjadi 7 -  10 dollar US  per kilogram dan sekaligus berdampak terhadap  meningkatnya  devisa  daerah ini.  Details...

RUMAH IKAN DAN INSTRUMEN PEMBERDAYAAN Oleh Hasanuddin Atjo*PERSOALAN  yang dihadapi  negeri ini selain pendapatan masyarakat yang belum terdistribusi secara merata, juga diperhadapkan oleh  tingginya angka kemiskinan dan pengannguran yang tercatat sekitar 13,5 persen pada level Nasional dan sekitar 15 persen level  Sulawesi Tengah.  Berbagai program telah diluncurkan untuk mengeleminir kedua persoalan itu, baik melalui program sektoral/lembaga maupun daerah.  Saking pentingnya persoalan itu, maka telah dilahirkan sebuah regulasi khusus yang dikenal dengan istilah PNPM-Mandiri (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri) di sejumlah sektor atau lembaga. Selain itu  juga ada regulasi lain berupa kewajiban dari BUMN dan swasta untuk memberdayakan masyarakat melalui program CSR (Coorperate Social Responsibility).    Details...

Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sulawesi Tengah

SEA RANCHING DAN FISH HOME, TINGKATKAN KESEJAHTERAAN NELAYAN Kegiatan menarik terjadi Sabtu baru-baru ini (27/8) di Desa Marantale Kecamatan Siniu Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ratusan nelayan dan penduduk pesisir pantai berkumpul di bawah tenda sederhana¸ memperhatikan ratusan plastik berisi benih Ikan Kerapu Macan berukuran sekitar 5 cm. Di depan tenda terhampar luas perairan Teluk Tomini yang terkenal dengan keindahan dan potensi perikanannya. 2 tahun lalu, lebih kurang 100 m dari pantai itu, telah  terpasang “Rumah Ikan” (Fish Home), yang kini telah ditumbuhi karang. Fish Home sebanyak 25 unit, terpasang pada kedalaman sekitar 15 m. Benih-benih Ikan Kerapu tersebut nantinya akan mereka tebar sendiri di sekitar Rumah Ikan.   Details...

Polls
Bagaimana situs ini menurut anda
 
Who's Online
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1
mod_vvisit_counterYesterday34
mod_vvisit_counterThis week148
mod_vvisit_counterThis month1014
mod_vvisit_counterAll121778
Links
 
Republik Indonesia
 
Propinsi Sulawesi Tengah
 
Dewan Kelautan Indonesia
 
Perpustakaan Departemen Kelautan Indonesia
 
Biro Infokom
 
Kementrian Perikanan dan Kelautan
 
 
Support
 
Info Gempa
 
Hubungi Kami