Home
Main Menu
Home
Berita
Cari
Publikasi
Opini
Agenda Kegiatan
Info Pasar
Kontak Kami
Tentang DKP Sulteng
Sejarah
Visi Misi
Struktur
Tugas dan Fungsi
S e k r e t a r i a t
T u p o k s i
B e r i t a
Bidang Perikanan Budidaya
T u p o k s i
B e r i t a
Bidang Perikanan Tangkap
T u p o k s i
B e r i t a
Bidang Kelautan
T u p o k s i
B e r i t a
Bidang P 2 H P
T u p o k s i
B e r i t a
UPTD LPPMHP
T u p o k s i
B e r i t a
UPTD Perbenihan Perikanan
T u p o k s i
B e r i t a
UPTD Pelabuhan Perikanan
T u p o k s i
B e r i t a
GUBERNUR SULAWESI TENGAH PAPARKAN PROGRAM KERJA DI DEPAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN RI PDF Cetak E-mail
Sunday, 23 May 2010
 Gubernur Sulawesi Tengah, H. B. Paliudju, Rabu 19 Mei kemarin memaparkan Evaluasi Tahun 2005-2009 serta Program Pembangunan Kelautan dan Perikanan tahun 2010-2014 di depan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Fadel Muhammad. Pertemuan digelar di Ruang Rapat Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di Jakarta, dihadiri pula oleh Irjen KKP RI, Husni Manggabarani, serta perwakilan eselon I, antara lain Setjen KKP, Ditjen Perikanan Budidaya, Ditjen Perikanan Tangkap, Ditjen P2HP, Ditjen KP3K, Ditjen PSDKP, BRKP serta BPSDM KP. Turut mendampingi Gubernur antara lain Bupati Parigi Moutong, Bupati Bangkep, Walikota Palu, Kepala Bappeda Sulteng, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Kepala Dinas Kumperindag Sulteng, pejabat yang mewakili Bupati Morowali dan Tojo UnaUna, Ketua Komisi II DPRD Sulteng, Anggota DPD - Wati Bantilan, serta SKPD terkait lain.
Pada pertemuan yang digelar dalam suasana akrab tersebut, H.B. Paliudju memaparkan evaluasi tahun 2005-2009. Menurutnya, Bidang Kelautan dan Perikanan memberikan kinerja yang cukup baik. Tercatat, Perikanan Budidaya meningkat dari 176.892,60 ton tahun 2005, menjadi 775.402,14 ton tahun 2009, dengan kenaikan rata-rata 49,36% per tahun. Perikanan Tangkap tahun 2005 sebesar 92.387,00 ton, menjadi sebesar 149.083,41 ton tahun 2009, dengan kenaikan rata-rata 12,93% per tahun. Kontribusi terhadap PDRB, berkisar 7,60% tahun 2008 dan diprediksi mencapai 7,90% tahun 2009.
”Hal yang menggembirakan adalah Nilai Tukar Petani, untuk Subsektor Perikanan, tahun 2009 – 2010 berkisar 111,68-117,14%; lebih tinggi dibanding NTP Gabungan yang berkisar 97,02 – 98,96%” ungkap H.B. Paliudju. Nilai Tukar Petani sangat terkait dengan tingkat kesejahteraan, sehingga pelaku usaha bidang Perikanan di Sulawesi Tengah mempunyai potensi menabung antara 11,68-17,14% dari pendapatannya.
H.B. Paliudju pada paparan program kerja 2010-2014 mengatakan, “Sulawesi Tengah sebagai bagian integral Pemerintah Pusat sangat mendukung “The Blue Revolution”, menjadikan Indonesia Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar 2015”. Dikatakan pula, untuk mendukung hal tersebut, maka kebijakan operasional yang diambil menyangkut: (1) peningkatan kualitas SDM apatur dan pelaku kegiatan usaha; (2) pengendalian kegiatan penangkapan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan; (3) pengembangan usaha budidaya perikanan ramah lingkungan dan berkelanjutan; (4) peningkatan mutu dan nilai tambah produk kelautan dan perikanan; (5) pengawasan dan pelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan; serta (6) peningkatan kesiapan mitigasi bencana, pencemaran, dan dampak perubahan iklim. “Target produksi Sulawesi Tengah pada 2014, produksi budidaya 1,99 Juta Ton, sedangkan tangkap 154,9 ribu ton’, kata Gubernur. Agenda kegiatan selanjutnya merupakan diskusi terbuka menyangkut pengembangan kelautan dan perikanan. Beberapa kegiatan strategis yang menjadi catatan penting menyangkut upaya “Menuju Sulawesi Tengah sebagai Provinsi Rumput Laut 2011”, Restrukturisasi Armada Perikanan Tangkap, Pembangunan Outer Ring Fishing Port, Sea Ranching, serta Minapolitan Terpadu.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, pada penyampaiannya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan semangat Gubernur Sulawesi Tengah beserta jajarannya. Untuk itu, pihaknya berjanji membantu sepenuhnya pembangunan Kelautan dan Perikanan di Sulawesi Tengah. “Setelah pertemuan ini, saya minta kepada perwakilan eselon I agar melanjutkan pembahasan detil, khususnya rencana kerja tahun 2011 bersama jajaran Gubernur,” jelas Fadel. Pada akhir pertemuan Gubernur Sulawesi Tengah menyerahkan dokumen awal perencanaan kepada Menteri KP, termasuk Pengelolaan Teluk Tomini, Revitalisasi Teluk Palu dan Detil Disain Pembangunan SMK Kelautan dan Perikanan Terpadu. Pertemuan dilanjutkan antara eselon I dengan SKPD terkait membahas lebih detil hasil diskusi pertemuan sebelumnya.(SE)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Newsflash
CARGO SPACE MENENTUKAN DAYA SAING KOMODITAS TUNA Oleh Hasanuddin Atjo* IKAN TUNA akan dihargai tinggi bila dikirim dalam keadaan segar dan secara cepat tiba di tempat tujuan.  Semakin cepat  tiba di tempat tujuan, maka semakin cepat pula ikan tersebut mendapat penanganan lanjutan, sehingga mutunya dapat dipertahankan.  Karena itu  peran cargo udara menjadi penting dan ini sekaligus akan membuka peluang bisnis yang menarik bagi pelaku usaha di daerah ini.  Dalam perdagangan,  dikenal  ada empat grade atau tingkatan mutu  tuna yaitu grade A akan dihargai 7 - 10 dollar US;  Grade B dihargai 4 - 7 dollar US; Grade C dihargai  2 - 4 dollar US dan; Grade D dihargai kurang dari 2 dollar US per kilogramnya.   Grade A peruntukannya  dikonsumsi segar utamanya oleh bangsa Jepang yang disebut dengan istilah shusi atau sasimi;  Grade B dan C disajikan di hotel, restoran dalam bentuk bistik atau lainnya,  olahan seperti tuna kaleng, abon dan olahan lainnya serta dijajakan di pasar modern.  Sedangkan Grade D biasa dijumpai di pasar-pasar tradisional.  Umumnya mutu tuna daerah ini berada  pada  kisaran Grade B, C dan D dengan nilai antara 1 hingga 4 dollar  US per kilogramnya.  Kita berharap bahwa  kedepan mutu tuna di daerah ini dapat ditingkatkan mejadi Grade A dan B, sehingga harga yang akan  diterima oleh nelayan dapat meningkat dari 1 - 4 dollar US  menjadi 7 -  10 dollar US  per kilogram dan sekaligus berdampak terhadap  meningkatnya  devisa  daerah ini.  Details...

RUMAH IKAN DAN INSTRUMEN PEMBERDAYAAN Oleh Hasanuddin Atjo*PERSOALAN  yang dihadapi  negeri ini selain pendapatan masyarakat yang belum terdistribusi secara merata, juga diperhadapkan oleh  tingginya angka kemiskinan dan pengannguran yang tercatat sekitar 13,5 persen pada level Nasional dan sekitar 15 persen level  Sulawesi Tengah.  Berbagai program telah diluncurkan untuk mengeleminir kedua persoalan itu, baik melalui program sektoral/lembaga maupun daerah.  Saking pentingnya persoalan itu, maka telah dilahirkan sebuah regulasi khusus yang dikenal dengan istilah PNPM-Mandiri (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri) di sejumlah sektor atau lembaga. Selain itu  juga ada regulasi lain berupa kewajiban dari BUMN dan swasta untuk memberdayakan masyarakat melalui program CSR (Coorperate Social Responsibility).    Details...

Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sulawesi Tengah

SEA RANCHING DAN FISH HOME, TINGKATKAN KESEJAHTERAAN NELAYAN Kegiatan menarik terjadi Sabtu baru-baru ini (27/8) di Desa Marantale Kecamatan Siniu Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ratusan nelayan dan penduduk pesisir pantai berkumpul di bawah tenda sederhana¸ memperhatikan ratusan plastik berisi benih Ikan Kerapu Macan berukuran sekitar 5 cm. Di depan tenda terhampar luas perairan Teluk Tomini yang terkenal dengan keindahan dan potensi perikanannya. 2 tahun lalu, lebih kurang 100 m dari pantai itu, telah  terpasang “Rumah Ikan” (Fish Home), yang kini telah ditumbuhi karang. Fish Home sebanyak 25 unit, terpasang pada kedalaman sekitar 15 m. Benih-benih Ikan Kerapu tersebut nantinya akan mereka tebar sendiri di sekitar Rumah Ikan.   Details...

Polls
Bagaimana situs ini menurut anda
 
Who's Online
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday24
mod_vvisit_counterYesterday34
mod_vvisit_counterThis week171
mod_vvisit_counterThis month1037
mod_vvisit_counterAll121801
Links
 
Republik Indonesia
 
Propinsi Sulawesi Tengah
 
Dewan Kelautan Indonesia
 
Perpustakaan Departemen Kelautan Indonesia
 
Biro Infokom
 
Kementrian Perikanan dan Kelautan
 
 
Support
 
Info Gempa
 
Hubungi Kami